Patung dr. Soetomo sebagai ikon monumen
“Di Indonesia tempat kita,
Disana tempat berjuang kita,
Disana harus ditunjukkan keberanian.
Keperwiraan dan kesatriaan kita,
Terutama sekali kecintaan kita pada nusa dan bangsa.
Marilah kita bekerja disana.
Ditanah tumpah darah kita.”
Catatan tulisan yang termaktub di bawah telapak kaki patung dr. Soetomo di Ngepeh, Nganjuk, Jawa Timur. Sebuah patung batu dengan posisi dr. Soetomo sedang duduk terpajang persis di tengah jalan masuk monumen menyambut pengunjung.
Monumen dr. Soetomo dibangun untuk mengenang jasa dr. Soetomo, seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia yang berperan besar dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai pendiri organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, ia dianggap menjadi salah satu penggerak utama nasionalisme Indonesia yang menjadi titik awal kebangkitan nasional.
Boedi Oetomo, merupakan organisasi pergerakan pertama di Indonesia yang berorientasi pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat pribumi, terutama dalam melawan diskriminasi oleh pemerintah kolonial Belanda.
Selain mengenang dr. Soetomo, monumen ini juga merupakan simbol kebangkitan masyarakat Indonesia dalam melawan penjajahan dan membangun bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Sejarah Monumen dr. Soetomo
![]() |
dr. Soetomo bersama istri tercinta |
Monumen dr. Soetomo di Nganjuk adalah tempat yang penuh sejarah. Monumen bertempat di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, tempat kelahiran dr. Soetomo. Beliau lahir pada 30 Juli 1888 di rumah kakeknya, Raden Ng Singawijaya.
dr. Soetomo banyak menghabiskan masa kecilnya di Nganjuk sebelum melanjutkan pendidikan di STOVIA (Sekolah Dokter Jawa) di Batavia.
Monumen ini diresmikan pada 6 Mei 1986 oleh Harmoko, Menteri Penerangan pada waktu itu. Selain patung, ada pendopo dan bangunan tradisional yang menambah suasana khas Jawa.
Uniknya, disamping monumen juga ada museum. Di sini, kamu bisa melihat barang-barang peninggalan dr. Soetomo, seperti alat medis, buku-buku langka berbahasa asing, dan foto-fotonya. Tempat ini tidak hanya membuat kita lebih kenal sejarah, tapi juga sangat cocok untuk wisata edukasi.
Kalau ke Nganjuk, jangan lupa mampir ke sini ya!
Arsitektur dan Desain Monumen
![]() |
Pendopo di monumen dr. Soetomo |
Di Monumen dr. Soetomo terdapat desain arsitektur yang unik. Monumen berdiri megah di atas lahan seluas 3,5 hektar. Dari kejauhan, patung dr. Soetomo yang sedang duduk dengan tangan kanan di atas buku terbuka langsung mencuri perhatian. Patung bukan sekadar dekorasi tapi merupakan simbol kecintaan beliau terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Di belakang patung, terdapat pendopo besar khas Jawa yang menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan tradisional ini dipadukan dengan dua pringgitan (ruang depan rumah adat Jawa) berukuran 6 x 12 meter, yang menambah nuansa klasik dan kearifan lokal. Semua elemen ini dirancang untuk menggambarkan suasana tempo dulu, seolah mengajak kita kembali ke masa perjuangan dr. Soetomo.
![]() |
Museum dr. Soetomo |
Terdapat ruangan museum sederhana yang dipakai untuk menyimpan koleksi-koleksi berharga dr. Soetomo. Ada alat medis milik dr. Soetomo, buku-buku berbahasa Belanda dan Prancis, hingga foto-foto dokumentasi yang penuh makna. Jadi, jika datang ke monumen ini tidak hanya tempat untuk mengenang, tapi juga belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan.
![]() |
Peralatan medis dr. Soetomo |
Lokasi dan Cara Akses Monumen dr. Soetomo
Monumen dr. Soetomo berada di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Letaknya strategis, hanya sekitar 10 km dari pusat kota Nganjuk, sehingga mudah diakses oleh pengunjung. Monumen ini sangat cocok untuk kita yang ingin eksplorasi sejarah sambil menikmati suasana pedesaan.
Kalau berangkat dari pusat kota Nganjuk, kamu bisa naik kendaraan pribadi atau angkutan umum seperti ojek dan bus lokal. Waktu tempuhnya sekitar 20–30 menit, tergantung kondisi jalan. Jika naik bus lokal dari terminal bisa turun di perempatan SMPN 1 Loceret. Kemudian naik ojek dan kita akan dibawa melewati pemandangan pedesaan yang asri dan tenang.
Rute perjalanan hampir sama jika kita datang ke Nganjuk dengan kereta. Alternatinya juga naik ojek atau bus. Jika berkeinginan naik bus, bisa menumpang arah ke terminal untuk selanjutnya naik bus lokal arah ke Kediri. Kemudian tinggal turun di perempatan SMPN 1 Loceret. Sebagaimana keterangan di atas.
Bagi yang membawa kendaraan pribadi, akses jalan menuju monumen terbilang bagus dan lancar. Area parkirnya luas, jadi tidak perlu khawatir soal tempat parkir. Selain itu, ada warung-warung kecil di sekitar monumen yang menjual makanan ringan dan minuman.
Spot Foto dan Pemandangan di Sekitar Monumen
Pada Monumen dr. Soetomo tidak hanya tersimpan sejarah, tapi juga ada spot foto yang Instagramable. Salah satu daya tarik utama adalah patung dr. Soetomo yang berdiri megah di tengah kompleks.
Sebagaimana keterangan sebelumnya, beliau duduk dengan tangan di atas buku terbuka. Dengan latar belakang bangunan pendopo khas Jawa, patung ini sering jadi fokus utama pengunjung untuk foto dengan nuansa edukasi dan sejarah.
Kita juga bisa menemukan spot foto pada pendopo besar dengan arsitektur tradisional Jawa yang artistik. Pendopo ini punya tiang-tiang kayu yang kokoh dan ukiran khas, menciptakan suasana klasik yang cocok sekali foto bernuansa budaya. Selain itu, ada bangunan pringgitan yang menambah sentuhan tradisional dan sering dimanfaatkan pengunjung untuk spot foto unik.
Kompleks monumen dikelilingi area luas dengan pepohonan lumayan rindang yang membuat suasana sepoi-sepoi. Kalau datang di pagi atau sore hari, cahaya matahari yang masuk di sela-sela pepohonan menciptakan efek foto natural yang cantik. Di beberapa sudut, kita dapat melihat hamparan pemandangan pedesaan khas Nganjuk yang tenang dan asri.
Kombinasi arsitektur megah, budaya Jawa, dan pemandangan alam yang lumayan indah menjadikan Monumen dr. Soetomo tempat yang keren untuk berburu foto. Berbagai tema bisa kita dapat. Mulai dari sejarah, budaya, hingga natural. Pastikan baterai kameramu penuh, karena bakal banyak sudut menarik untuk diabadikan!
Aktivitas Menarik di Sekitar Monumen
Tempat ini spesial karena cocok untuk semua kalangan. Mulai dari pelajar, keluarga, hingga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional. Suasana di sini tak hanya edukatif, tapi juga nyaman buat bersantai dan mengeksplor berbagai hal seru.
Salah satu aktivitas paling diminati adalah berfoto di spot ikonik seperti patung dr. Soetomo dan pendopo tradisional yang megah. Dengan latar arsitektur khas Jawa dan lingkungan segar, setiap sudut monumen bisa menjadi spot foto yang estetik.
![]() |
Koleksi Buku Museum dr. Soetomo |
Tidak hanya itu, kita juga bisa berkunjung ke museum kecil di dalam kompleks monumen. Di dalamnya menyimpan koleksi berharga seperti alat medis, buku-buku berbahasa asing, dan foto dokumentasi perjuangan dr. Soetomo.
Untuk yang tertarik dengan budaya lokal, dekat monumen terdapat Pondok Pesantren Mojosari. Salah satu pondok pesantren tertua di Jawa Timur. Kita bisa sekalian wisata Nganjuk religi dengan singgah berziarah ke makam ulama kharismatik pendiri pondok.
Selain itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba kuliner lokal di warung-warung kecil sekitar monumen. Beragam jajanan tradisional bisa jadi teman santai sambil menikmati suasana khas pedesaan. Salah satunya ada citarasa es degan 1981.
Warisan dr. Soetomo dan Pengaruhnya bagi Masyarakat Modern
dr. Soetomo meninggalkan warisan terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan semangat kebangsaan. Sebagai pendiri Budi Utomo, beliau telah menjadi pelopor yang menginspirasi lahirnya berbagai organisasi lain yang memperjuangkan kemerdekaan.
Gagasan dr. Soetomo tentang pentingnya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menjadi dasar bagi upaya membangun generasi muda yang cerdas dan berintegritas.
![]() |
dr. Soetomo sedang melakukan pelayanan kesehatan |
Di bidang kesehatan, dr. Soetomo dikenal sebagai dokter yang peduli terhadap rakyat kecil. Ia berjuang agar layanan kesehatan bisa diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang status sosial.
Filosofinya tentang pelayanan yang humanis terus menginspirasi profesi medis hingga kini. Banyak nilai yang beliau tanamkan, seperti integritas dan pengabdian, masih menjadi standar moral bagi para tenaga kesehatan modern.
Pengaruh dr. Soetomo juga terasa dalam pembangunan karakter masyarakat modern. Ia mengajarkan pentingnya kolaborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan bangsa. Nilai-nilai ini relevan di era sekarang, terutama di tengah tantangan globalisasi yang membutuhkan solidaritas dan kesadaran kolektif.
![]() |
Dokumentasi Penghormatan Pemakaman dr. Soetomo |
Warisan dr. Soetomo tidak hanya berbentuk fisik seperti monumen dan museum, tetapi juga nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam jiwa masyarakat Indonesia.
Tips Berkunjung ke Monumen dr. Soetomo
Kalau ingin mendapatkan pengalaman maksimal ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan. Pilih waktu kunjungan terbaik pada pagi atau sore hari. Disamping udaranya sejuk, pencahayaan alami di jam-jam tersebut sangat mendukung untuk mengambil foto yang estetik. Terutama di area taman atau latar belakang patung ikonik dr. Soetomo.
Jika datang di waktu siang resiko udara panas dan sinar matahari terik. Untuk itu, pastikan kamu mengenakan pakaian yang nyaman, seperti kaos santai dan sepatu ringan. Apalagi jika berencana mengeksplor setiap sudut monumen atau berjalan-jalan di area sekitar.
Jangan lupa membawa kamera atau handphone dengan baterai penuh karena ada banyak spot foto menarik di sini. Mulai dari patung utama, pendopo tradisional, hingga suasana pedesaan di sekitar monumen, semuanya sangat fotogenik.
Untuk menambah wawasan, luangkan waktu untuk membaca sejarah singkat dr. Soetomo sebelum berkunjung. Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami arti penting dari monumen dan koleksi-koleksi bersejarah yang ada di dalamnya. Kemudian kamu dapat menyinkronkan hasil bacaan tadi dengan beberapa alat medis dan foto dokumentasi perjuangan yang berada di dalam museum.
Selain itu, bawalah uang tunai secukupnya karena di sekitar monumen terdapat warung kecil dan pedagang kaki lima yang menjual makanan ringan dan minuman. Karena di pedesaan tidak semua tempat menyediakan pembayaran digital, jadi lebih baik berjaga-jaga.
Pastikan juga kamu menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan dan mematuhi aturan yang berlaku, seperti tidak memetik tanaman atau merusak fasilitas.
Dengan persiapan yang matang, kunjunganmu ke Monumen dr. Soetomo bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Kamu tidak hanya bisa menikmati suasana yang asri dan tenang, tapi juga menambah wawasan sejarah yang penuh makna. Jadi, siapkan segala keperluanmu dan nikmati waktu terbaikmu di monumen bersejarah ini!
22 Komentar
Pembahasan yg menarik dan lengkap. Kiprah dr. Soetomo sendiri sangat inspiratif kalau ingin dieksplorasi. Ia pendiri Budi Utomo tapi tidak menjadi ketua karena terjadi pertentangan dg kalangan tua. Budi Utomo jg perlu dikritisi perannya karena ia konsisten tidak, memasuki area politik, kebijakan yg membuatnya ditinggalkan oleh sejumlah pengurjsnya dan "kurang populer" tahun 1920-an karena tidak, memasuki area, politik swmetara organisasi lain masuk arena politik dan,nyerang pemerintah kolonial Hindia Belanda. Itu karena dalam tubuh BU sendiri adalah kumpulan pegawai pemerintah kolonial yg kebanyakan dari kalangan priyayi.
BalasHapusWah Bang Billy referensinya dr. Soetomo sangat luas, kalau ada waktu sharing ya Bang!
HapusSelama ini saya hanya tahu Budi Utomo sebagai penggerak nasionalisme era kemerdekaan. Informasi di tulisan ini memberikan saya pengetahuan baru. Sayang ketika ke Nganjuk, saya hanya lewat saja.
BalasHapusSilakan mampir
HapusDari tadi nyari harga tiketnya gak ketemu, lalu teringat sama judulnya, Datang ke Monumen Dr. Soetomo Gratis Museum, berarti gak ada tiket masuknya gitu ya kan?
BalasHapusSelalu suka berkunjung ke museum, hanya saja entah kenapa ada rasa mistis yang mengikuti tiap kali masuk museum, mungkin karena banyak patung dan foto2 kali 😄
Betul tidak ada tiketnya, tapi kelemahannya ya gitu tempat sejarah itu jadi kurang terawat
HapusMengulik sejarah langsung datang ke museum nampaknya memang memberikan pengalaman yang berkesan dan mengasyikkan. Terima kasih atas tips nya kak
BalasHapusSama-sama
HapusNama beliau kalau nggak salah juga diabadikan jadi nama RSUD di Jawa Timur, ya? Menarik sepertinya menelusuri jejak beliau, jadi dokter dan pejuang kemerdekaan, di monumen/museum ini.
BalasHapusBetul kak
HapusPenjelasan yang lengkap. Saya teringat pelajaran Pendidikan Pancasila tentang Dr. Soepomo sebagai salah satu proklamator Pancasila UUD 1945. Baru tahu kalau Soepomo seorang dokter di bidang kesehatan. Terima kasih informasinya. Tahunya saya seorang politikus.
BalasHapusiya kak, beliau juga seorang dokter
HapusSelama ini kita tau Dr. Sutomo ini tokoh pendidikan, ternyata memiliki backgroun kesehatan jg. Sampai terlupakan. Tapi bagus sih, ada museum gini, cukup mengedukasi dan menginspirasi. Jd lbh menarik ketimbang hanya membaca sejarah.
BalasHapusbenar kak, tapi ya gitu nasib museum yang berada di pinggiran, terpinggirkan
HapusMasyaAllah, ada museum Dr. Sutomo, selama ini kita hanya tahu mengenai kisahnya dari buku-buku sejarah. Dengan adanya museum ini, kita bisa melihat langsung dan merasakan kondisi pada masa itu.
BalasHapusiya kak, tapi ukuran mini kak
HapusSaya setuju nih dengan membaca terlebih dahulu tentang dr. Soetomo sebelum datang ke monumennya. Supaya pas ngelihat berasa terkagum-kagum banget nih. Pasti seru.
BalasHapussilakan datang kak
HapusTulisannya Informatif sekali, saya jadi tau tentang museum Bung Tomo ternyata ada di nganjuk.
BalasHapussepertinya Bung Tomo dan dr. Soetomo itu beda Kak
HapusYang bener tuh Dr. atau dr. ya? Soalnya kalau Dr. kan singkatan untuk doktor, bukan dokter. Saya jadi agak bingung karena dijelaskannya beliau dokter. Jujur aja belum pernah ngulik sejarah beliau, hanya tahu nama beliau jadi nama jalan di rumah saya yg lama. Jadi pengen kepoin sejarahnya setelah baca ini.
BalasHapusoiya Kak, terimakasih atas koreksinya
Hapus