![]() |
Kondisi tikus zaman now |
Ada seekor tikus yang hidup lebih bebas dan nyaman daripada pemilik rumahnya. Tikus ini berbeda dari tikus-tikus lain yang biasanya takut, waspada, dan hanya keluar dari persembunyian di saat sepi.
Tidak dengan si tikus ini! Dia hidup seperti seorang raja, seolah-olah rumah itu adalah kerajaannya. Setiap sudut rumah adalah wilayahnya, tidak ada tempat yang terlarang. Seolah dia berkata, “Rumah ini milikku, bukan milikmu.”
Dia berkeliaran dengan santai, tanpa rasa takut sedikit pun. Jika ingin pergi ke dapur, dia langsung pergi. Jika ingin makan, dia dengan bebas mengambil apa saja yang tersedia. Tidak peduli itu makanan siapa atau disimpan di mana. Semua dianggap miliknya.
Yang lebih menarik, hidup si tikus ini terlihat sangat mulia. Dia tidak perlu bersembunyi atau menghindar. Tidak ada tekanan, tidak ada ancaman, dan tentu saja, tidak ada rasa bersalah. Kebutuhannya terpenuhi tanpa usaha keras.
Saat lapar, dia tinggal mengambil makanan kapan saja, baik siang maupun malam. Rumah itu menjadi semacam istana baginya. Istana megah yang penuh dengan kenyamanan dan kemewahan. Di tengah kebebasannya, dia hidup sehat dan segar, tanpa kekurangan apa pun.
Tingkah laku tikus ini sering kali terasa menggelitik. Dia bahkan lebih leluasa dibandingkan pemilik rumah. Saat manusia sibuk menjaga kebersihan rumah, tikus ini dengan santainya berkeliaran di sudut-sudut ruangan.
Bahkan, ketika ada jebakan tikus, dia tidak gentar. Sebaliknya, dia mungkin melihat jebakan itu sebagai permainan baru. Ketika banyak tikus lain mungkin akan terjebak, tikus ini seolah berkata, “Jebakanmu tidak cukup pintar untukku.”
Tikus ini seperti sedang memberikan pelajaran penting tentang hidup kepada pemilik rumah. Tikus ingin menunjukkan bagaimana menjalani hidup dengan lebih santai. Dia tidak terlalu memusingkan hal-hal kecil, hanya fokus pada kebutuhan dasarnya: makan, tempat tinggal, dan kebebasan.
Dia seperti ingin mencemooh kita sebagai manusia. Kita yang terlalu sibuk dengan hal-hal yang tidak penting, sehingga lupa untuk menikmati hidup. Tikus ini mungkin tidak punya banyak harta, tetapi dia selalu terlihat menikmati apa yang ada di sekitarnya.
Sebaliknya kita juga diledeknya tentang arti tanggungjawab. Perilaku tikus ini mengingatkan kepada kita bahwa kebebasan yang tak terkontrol sering merugikan orang lain. Perbuatan mengambil makanan seenaknya tanpa memperdulikan pemilik merupakan simbol keserakahan. Sama seperti manusia manakala hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain.
Dari kisah di atas kita patut intropeksi, “Siapa yang sebenarnya lebih “diternak”? Apakah tikus yang hidup nyaman di rumah kita, atau manusia yang setiap hari bekerja keras hanya untuk menyediakan makanan yang akhirnya dinikmati oleh tikus? Pertanyaan ini mungkin terdengar lucu, tetapi sebenarnya membawa pesan mendalam.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering tidak sadar bahwa ada “tikus” lain, baik secara harfiah maupun kiasan, yang mengambil manfaat dari kerja keras kita tanpa memberikan timbal balik. Pada akhirnya, kisah tikus ini bukan hanya tentang hewan kecil yang hidup bebas, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang kebebasan, tanggung jawab, dan keseimbangan dalam hidup.
Sesungguhnya ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari tikus yang tinggal di rumah kita. Mulai dari menikmati hidup tanpa tekanan hingga menjaga agar kebebasan kita tidak merugikan orang lain. Dan yang tak kalah penting, juga menjadi pengingat untuk lebih menjaga rumah dan harta benda kita dari “tikus-tikus” pembuat kotoran.
0 Komentar